Menyiapkan Generasi Emas Anti Hoaks
Komunitas Guru Satkaara Berbagi (KGSB) bekerja sama dengan Politeknik Tempo menyelenggarakan Webinar Cek Fakta bertajuk “Sinergi Guru KGSB dan KORSTE dalam Menjaga Integritas Informasi di Sekolah” melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini diikuti oleh anggota KGSB sebagai upaya memperkuat peran guru dalam menghadapi banjir hoaks di era media sosial.
Dalam pemaparannya, Ariadne Khatarina Moniaga dan Richard Kannedy dari komunitas cek fakta KORSTE Politeknik Tempo menegaskan bahwa jurnalisme pada dasarnya adalah proses verifikasi informasi menjadi berita. Artinya, sebuah informasi tidak layak disebut “berita” sebelum melewati proses pengecekan fakta yang sistematis, kontekstual, dan berbasis bukti.
Narasumber menekankan bahwa menentukan “fakta” tidak selalu sederhana, karena bergantung pada konteks, definisi istilah, serta kualitas sumber rujukan. Di sinilah peran guru menjadi krusial. Ia harus mampu membiasakan siswa berpikir presisi, bukan reaktif.
Dalam sesi praktik, peserta dikenalkan pada berbagai tools cek fakta yang digunakan tim KORSTE serta peran AI dalam membantu penelusuran gambar, lokasi, dan konteks visual. Melalui sebuah games , peserta diajak berlatih menguji keaslian konten visual yang sering dimanipulasi di media sosial. Namun, narasumber menegaskan bahwa AI hanyalah alat bantu, bukan pengganti nalar kritis. Interpretasi akhir tetap harus dilakukan manusia dengan mempertimbangkan konteks dan etika.

Guru sebagai Benteng Integritas Informasi
Melalui webinar ini, KGSB dan Politeknik Tempo menegaskan bahwa guru bukan sekadar pengajar materi pelajaran, tetapi penjaga integritas informasi di sekolah. Dengan membekali diri pada konsep-konsep yang diajarkan dalam webinar tersebut, serta penguasaan literasi digital, guru diharapkan mampu menjadi sumber informasi yang kredibel serta menumbuhkan budaya berpikir kritis pada siswa. Selain itu juga mampu membentengi sekolah dari infiltrasi hoaks yang merusak nalar dan karakter



